Pada Rabu 15 Maret 2023 dari komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) melaksanakan ruang belajar melalui aplikasi zoom meeting atau webinar dengan mengangkat tema “The Art of Philoneuroeduparemiotainment: Filosofi Edukasi Menyenangkan Berbasis Tradisi di Era Digital” yang dibawakan lagsung oleh dr. Dito Anurogo, M.Sc yang merupakan mahasiswa doktoral (PhD) Taipei Medical University, Taiwan dengan segundang pengalaman dan ilmu dalam menulis dan research.
Kegiatan ini dibuka oleh MC Sri Wiji Handayani, M.Pd. (Guru TK Labschool Unes Semarang) dan dipandu oleh ibu Rara Yogianti, M.Pd (Guru SMAN 1 Gemolong Sragen) serta diikuti oleh beberapa partisipan dari semua kalangan.
Edukasi di era digital ini memunculkan beragam problematika, seperti aksesibilitas, deteriorasi di berbagai hal, seperti interaksi sosial, motivasi dan partisipasi, isu keamanan dan privasi, ketidaksetaraan pendidikan, kurangnya umpan balik dan evaluasi.
Semua ini memerlukan konsep komprehensif yang terintegrasi dan multi-lintas disipliner sehingga menjadi upaya solutif bagi edukasi di era digital.
Menurut narasumber, terdapat beberapa problematika utama dalam era edukasi digital Aksesibilitas seperti masih ada sejumlah besar anak didik dan guru yang tidak memiliki akses ke teknologi dan internet yang cukup untuk mengikuti pendidikan secara efektif.
Kurangnya interaksi sosial Meskipun teknologi memungkinkan siswa untuk terhubung dengan guru dan teman-teman mereka, tetapi hal ini juga mengurangi interaksi tatap muka dan mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak.
Kurangnya motivasi dan keterlibatan Siswa seringkali mereka merasa kurang terlibat dan tidak termotivasi dalam belajar secara daring, karena mereka tidak memiliki akses ke lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif. Isu keamanan dan privasi.
Adanya serangan cyber dan pemantauan data pribadi membuat siswa dan guru merasa tidak aman dalam belajar dan mengajar secara daring. Ketidaksetaraan pendidikan Ada kesenjangan antara siswa yang memiliki akses teknologi dan internet yang baik dan siswa yang tidak memiliki akses, yang dapat memperluas kesenjangan pendidikan.
Kurangnya umpan balik dan evaluasi Tanpa tatap muka dan interaksi langsung dengan guru, siswa mungkin kesulitan untuk memperoleh umpan balik dan evaluasi yang efektif untuk pembelajaran mereka. Akar pendidikan Terminologi Yunani Kuno untuk pendidikan adalah Quot Paideiaquot, yang berarti quot ialah proses pembentukan dan pengembangan karakter, dan Paideia dianggap sebagai pendidikan holistik yang meliputi bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak, moral, estetika, dan seni.
Ini menekankan pada pembentukan individu sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan memiliki nilai-nilai yang baik. Oleh karena itu, paideia berperan penting dalam budaya dan filosofi Yunani Kuno Obara.
Akar pendidikan adalah aspek fundamental atau inti dari sistem pendidikan. Ini mengacu pada nilai-nilai, tujuan, dan filosofi dasar yang menjadi dasar bagi proses pendidikan.
Akar pendidikan memberikan arah dan pedoman bagi sistem pendidikan dan membantu memastikan bahwa pendidikan terfokus pada tujuan yang jelas dan dapat mencapai peningkatan kualitas hidup bagi individu dan masyarakat Shaturaev, 2021.
Beberapa akar pendidikan yang penting meliputi Nilai-nilai moral dan etika Mengacu pada nilai-nilai dasar seperti keadilan, kebenaran, toleransi, dan kesetaraan. Pendidikan manusia Memberikan kesempatan bagi individu untuk berkembang secara holistik, termasuk pengembangan kepribadian, keterampilan, dan pengetahuan.
Pembelajaran berkelanjutan Menekankan pada pembelajaran sepanjang hidup dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan secara terus-menerus. Kemampuan berpikir kritis Memberikan keterampilan bagi individu untuk berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijaksana.
Kemampuan bekerja sama mendidik individu untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Akar pendidikan sangat penting karena memberikan dasar bagi sistem pendidikan dan membantu memastikan bahwa pendidikan memiliki tujuan dan dampak positif bagi individu dan masyarakat.
Filsafat Pendidikan Filosofi pendidikan adalah suatu pandangan dan prinsip yang mendasari dan memotivasi sistem dan proses pendidikan. Ini melibatkan pandangan tentang tujuan pendidikan, peran guru dan siswa, dan metode pengajaran dan pembelajaran.
Filosofi pendidikan dapat mempengaruhi pandangan tentang keadilan, hak asasi manusia, dan makna hidup.
Ada berbagai jenis filosofi pendidikan, seperti idealisme, realisme, pragmatisme, dan existentialisme.
Etika Pendidikan Etika pendidikan adalah studi tentang moral dan nilai-nilai yang harus dipertimbangkan dalam dunia pendidikan. Ini membahas prinsip-prinsip moral dan hukum yang harus diikuti oleh individu dan institusi pendidikan.
Beberapa prinsip utama dalam etika pendidikan meliputi Integritas pendidik harus bertindak dengan jujur dan mempertahankan integritas profesional mereka. Kebebasan akademis pendidik harus mempertahankan kebebasan akademis dan memungkinkan siswa untuk berpikir dan berekspresi secara bebas.
Keadilan pendidik harus memberikan perlakuan yang adil kepada semua siswa, tanpa diskriminasi berdasarkan ras, jenis kelamin, atau latar belakang sosial ekonomi. Tanggung jawab profesional pendidik harus mempertahankan standar profesional dan memastikan bahwa pembelajaran siswa tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi mereka.
Contoh kasus etika pendidikan Diskriminasi ras Seorang pendidik memberikan perlakuan diskriminatif kepada siswa berdasarkan ras mereka.
Solusinya adalah untuk memastikan bahwa pendidik memahami dan menghormati semua siswa, dan memberikan perlakuan adil dan profesional kepada semua.
Penggunaan sumber daya pendidikan yang tidak adil Pendidik menggunakan sumber daya pendidikan untuk kepentingan pribadi mereka. Solusinya adalah untuk memastikan bahwa pendidik mempertahankan integritas profesional mereka dan mempertimbangkan kepentingan siswa sebelum membuat keputusan.
Kurangnya transparansi Pendidik tidak memberikan informasi yang cukup kepada siswa atau orang tua siswa. Solusinya adalah untuk memastikan bahwa pendidik menjaga transparansi dan memberikan informasi yang jelas dan tepat waktu.
Solusi untuk masalah-masalah etika pendidikan melibatkan pendidik, sekolah, dan pemerintah untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip etika dipertimbangkan dan diimplementasikan dalam semua aspek pendidikan. Ini melibatkan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan pengawas sekolah, serta pembentukan regulasi dan peraturan yang memastikan bahwa etika pendidikan diamati dan dipertahankan Darling-Hammond.
